Ahmad Dhani
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
| Ahmad Dhani Prasetyo |

Ahmad Dhani dalam salah satu Konser Dewa 19 di Singapura |
| Latar belakang |
| Nama lahir |
Ahmad Dhani Prasetyo |
| Nama lain |
Dhani Manaf |
| Lahir |
26 Mei 1972 (umur 41)
Surabaya, Indonesia |
| Genre |
Rock, pop |
| Pekerjaan |
Penyanyi, multi-instrumentalis, pencipta lagu, komposer, produser rekaman, aransir, pengusaha |
| Instrumen |
Vokal, gitar, kibor, drum |
| Tahun aktif |
1992–sekarang |
| Label |
Aquarius Musikindo, Republik Cinta Records |
| Situs web |
www.ahmaddhani.com |
| Instrumen khusus |
Guild
Fender Stratocaster
Gibson |
Ahmad Dhani Prasetyo (lahir di
Surabaya,
Jawa Timur,
26 Mei 1972; umur 41 tahun) atau yang lebih dikenal dengan
Ahmad Dhani adalah seorang musisi
rock dan pengusaha berkebangsaan
Indonesia. Ia merupakan pendiri dan pemimpin grup musik
Dewa 19 yang merupakan salah satu band paling sukses sepanjang dekade
1990-an dan
2000-an.
Ia juga telah mencetak beragam karya yang berhasil mengorbitkan banyak
penyanyi dan grup musik. Dhani juga merupakan pendiri dan pimpinan dari
Republik Cinta Management.
Dhani dikenal sebagai tokoh yang kontroversial dan sering memancing pro
dan kontra. Ia juga dikenal sebagai musisi dengan eksperimentasi musik
dan lirik puitis yang mengutip kata-kata mutiara dari pujangga terkenal.
[1] Majalah
MTV Trax edisi perdana tahun 2002 menobatkan Dhani sebagai salah satu "25 Musisi/Grup Paling Berpengaruh dalam Musik Indonesia."
[1] Majalah
Rolling Stone juga menempatkannya ke dalam daftar "The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa."
[2]
Perjalanan Karier
Dewa 19
Bakat musik Dhani mulai bergejolak saat duduk di bangku
SMPN 6 Surabaya. Dhani bersama 3 orang sahabatnya
Andra Junaidi,
Erwin Prasetya, dan
Wawan Juniarso,
kemudian mendirikan grup band DEWA pada tahun 1986. Dhani bertindak
pada vokal dan keyboard. Saking tergilanya pada musik, tak jarang Dhani
bolos sekolah untuk sekedar berkumpul bersama teman-temannya di DEWA
untuk sekedar memainkan alat musik di rumah Wawan di kawasan komplek
Universitas Airlangga. Dhani semula yang menteng di jalur
rock, kemudian mencoba jalur musik
jazz yang kemudian diikuti perubahan nama Dewa menjadi
Downbeat. Bersama Downbeat, Dhani sempat menjuarai
Festival Jazz Remaja se-Jawa Timur,
juara I Festival band SLTA '90 atau
juara II Djarum Super Fiesta Musik. Namun akhirnya Dhani kembali ke jalur rock dan mengibarkan bendera DEWA 19 dengan tambahan
Ari Lasso.
Karena tidak ada studio yang memadai di Surabaya, pada tahun 1991 Ahmad Dhani hijrah ke
Jakarta
untuk mencari perusahaan rekaman yang akan melabeli Dewa 19. Dengan
modal seadanya, Dhani menginjak rimba ibukota, gentayangan dari satu
perusahaan rekaman ke perusahaan rekaman lain menggunakan bus kota.
Setelah sempat ditolak sejumlah label, akhirnya dhani dilirik oleh
Jan Djuhana dari
Team Records. Usaha Dhani tidak sia-sia, album perdana
Dewa 19
(1992) sukses besar dengan melejitnya sejumlah hits seperti ”Kangen”
dan ”Kita Tidak Sedang Bercinta Lagi”. Album ini tercatat sebagai album
terlaris 1993 dan Dewa dianugerahi sebagai pendatang baru terbaik.
Sukses Dewa 19 berlanjut di album-album berikutnya. Hingga saat ini tak
kurang dari sebelas album yang telah dirilis Dhani bersama Dewa, yaitu
Dewa 19 (1992),
Format Masa Depan (1994),
Terbaik Terbaik (1995),
Pandawa Lima (1997),
The Best Of Dewa 19 (1999),
Bintang Lima (2000),
Cintailah Cinta (2002),
Atas Nama Cinta I & II (2004),
Laskar Cinta (2004),
Republik Cinta (2006), dan
Kerajaan Cinta
(2007). Meski telah beberapa kali mengalami pergantian personel, sampai
saat ini Dewa 19 masih tetap eksis di blantika musik Indonesia.
Karier lain
Selain aktif di Dewa 19, Dhani juga sibuk dengan kegiatan lain. Pada
tahun 1999, ia sempat melahirkan Ahmad Band, yang sempat dikenal dengan
tembang ”Bidadari di Kesunyian” dan ”Aku Cinta Kau Dan Dia”. Selain itu
Dhani juga menjadi memproduseri artis lain selain Dewa 19. Pada tahun
1997, Dhani berhasil mengorbitkan penyanyi R&B
Reza Artamevia dengan memproduseri dua albumnya,
Keajaiban (1997) dan
Keabadian
(2000). Sejak saat itu, ia mulai sering memproduseri artis lain dan
melahirkan bakat-bakat baru dalam dunia musik. Penyanyi pop
Krisdayanti juga mengajak Dhani untuk terlibat dalam pembuatan album solonya yang berjudul
Mencintaimu (2000).
[3] Dhani juga berhasil mengubah
Denada dari penyanyi
rap menjadi penyanyi
R&B saat menggarap album ketiganya bertajuk
Awal Baru (2000).
[4] Dhani kemudian berhasil menemukan
Tere dan memproduseri album pertamanya
Awal Yang Indah (2002).
[5] Ia juga membimbing istrinya Maia saat membentuk dan membesarkan duo
Ratu. Pada tahun 2003, Dhani menjadi salah satu produser di album dewasa pertama
Agnes Monica berjudul
And the Story Goes (2003), sekaligus berduet di lagu "Cinta Mati".
[6]
The Rock
Bermula dari perekaman album solonya di Australia, Dhani bertemu dengan 3 anggota band
Hospital The Musical, yaitu
Clancy Alexander Tucker,
Zachary Haidee-Keene,
Michael Bennett
di Studio 301, Sydney - Australia. Dari pertemuan itu munculah ide
untuk berkolaborasi dalam sebuah grup musik. Dhani yang memiliki niat
untuk
go international menerima ajakan tersebut dan terbentuklah
The Rock yang mana
Hospital The Musical tidak bubar dan Dhani juga tidak meninggalkan
Dewa 19. Pada Agustus 2007, lahirlah album pertama The Rock dengan tajuk
Master Mister Ahmad Dhani I yang mencetak single ”Munajat Cinta”.
Hospital The Musical pernah mengikuti tour Marlboro Kretek di
Indonesia, pada bulan Agustus-September 2007. Saat itu mereka
menggunakan nama Fire Shark, bersama vokalis Mark Williams
T.R.I.A.D
Di Tahun Ini Dhani betemu personel 5 anggota yaitu
Cameria Happy Pramita (Gitar,Backing Vocal),
Ices (Bass) ,
Tharaz Bistara (Gitar),
Ikmal Tobing (Drummer) dan Terakhir
Wahyu Sudiro
(Gitar) pada LAUNCHING ALBUM TRIAD The Rock Cafe Jakarta 19 Feb 2010
sudah merilis album dengan hits single nya "Makhluk Tuhan Paling Sexy"
milik penyanyi
Mulan Jameela hits single kedua berjudul "Mustapha" milik Grup Band Barat
Queen dan terakhir 2010 hits ketiga berjudul "Selir Hati"
Jazz
Salah satu musik kegemaran Si Jenggot (panggilan akrab Dhani) adalah musik
Jazz. Dia berkerja sama dengan Tim Oram, musisi Jazz di
Sydney.
Bersama Tim dia berkolaborasi dengan musisi-musisi jazz di Australia.
Terdapat 4 lagu Jazz di album The Rock, dan April 2009, dia merilis
album 100% Jazz dengan judul
The Best Is Yet To Come.
Kehidupan Pribadi
Dhani menikah dengan
Maia Estianty pada tahun 1994, setelah sekian lama menjalin cinta sejak Dhani masih di
SMA Negeri 2 Surabaya.
Dari pernikahan mereka, keduanya memiliki 3 anak. Dhani menamai
anak-anaknya sesuai tokoh sufi yang dikaguminya, yakni Ahmad Al Gazali,
El Jalaluddin Rumi, dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani. Sejak akhir 2006,
Dhani dan istrinya terlibat skandal 'tuduh menuduh' yang berujung pada
gugatan cerai yang diajukan oleh
Maia Estianty. Rumah tangga mereka resmi berakhir pada 23 September 2008 melalui keputusan hakim di
Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Kasus
Tanggal
1 Maret 2011 Dhani dilaporkan wartawan atas tuduhan pemukulan yang dilakukan di depan rumah
Mulan Jameela.
[7]
Buku
Diskografi
Dewa 19
Ahmad Band
The Rock
T.R.I.A.D
Album lain
Penampilan lain
Pranala luar
Referensi
[tampilkan]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar